Hiruk pikuk hari ini, membuat emosi seperti kereta luncur tanpa kemudi.
Naik turun silih berganti tanpa bisa berhenti.
Naik turun silih berganti tanpa bisa berhenti.
Satu, dua, tiga rencana, tak semua berjalan seperti dugaan.
Ingin merajut kehangatan, benang kusut yang sampai ditangan.
Senyum persahabatan disambut kesalah fahaman.
Kemarahan diujung tanduk, ketulusan menggenggam tangan, menguatkan.
Ingin merajut kehangatan, benang kusut yang sampai ditangan.
Senyum persahabatan disambut kesalah fahaman.
Kemarahan diujung tanduk, ketulusan menggenggam tangan, menguatkan.
Dalam lapang, ada begitu banyak pilihan yang dijajakan.
Dalam sempit, tetap ada dua pilihan yang bisa diputuskan.
Dalam sempit, tetap ada dua pilihan yang bisa diputuskan.
Tidak ada kata terdesak, ketika nafas masih mengiringi raga.
Saat diri penuh sesak, berdiam lebih bijaksana.
Memberi ruang diri untuk meresapi, menimbang, dan memutuskan.
Bukanlah suatu kelambatan.
Saat diri penuh sesak, berdiam lebih bijaksana.
Memberi ruang diri untuk meresapi, menimbang, dan memutuskan.
Bukanlah suatu kelambatan.
Andai kita berfikir sederhana dengan positif
Terlebih dahulu melihat dan mendengar dari pada berucap.
Menerima, mengolah, dan mengeluarkan dengan santun
Memandang satu hal dari satu kacamata yang mendasarinya
Dan meletakkan segala sesuatunya pada posisinya
Alangkah indah jalinan kehidupan ini...
Terlebih dahulu melihat dan mendengar dari pada berucap.
Menerima, mengolah, dan mengeluarkan dengan santun
Memandang satu hal dari satu kacamata yang mendasarinya
Dan meletakkan segala sesuatunya pada posisinya
Alangkah indah jalinan kehidupan ini...
Selamat melepaskan penat hari ini...
Selamat merajut energi tuk esok hari...
Setiap hari adalah istimewa...
Surabaya, 161216 2300

Comments
Post a Comment