Skip to main content

Change - Perubahan


by Pixaby.com

Perubahan...? Apakah itu?

Sebagai bagian dari kehidupan, maka kita tidak akan pernah lepas dari perubahan. Setiap satuan waktu terkecil pun, perubahan terjadi secara masif dalam diri kita. 
Pertumbuhan dari kecil menjadi besar. Rasa kenyang, lapar, haus, dingin, panas, atau sejuk yang berganti-ganti kita rasakan. 
Gelap, terang, setengah gelap, ataupun setengah terang, rumput, pohon, dan gedung yang silih berganti kita lihat. 
Senang, sedih, takjub, khawatir, kecewa, antusias, marah bergantian hadir dalam rasa kita. 
Silih bergantinya informasi yang ditangkap, perubahan pemikiran, pendapat, sikap ataupun perilaku yang kita tampakkan. 
Semua itu merupakan bukti-bukti adanya perubahan.

Perubahan merupakan keniscayaan dalam diri kita.

Hanya saja, terkadang sebagian dari kita tidak memaknai adanya perubahan dalam dirinya. Bisa jadi karena perubahan yang dialami dipersepsikan sebagai rutinitas, hukum alam, ataupun takdir. Bisa juga perubahan tersebut dipersepsikan sebagai bagian dari rencana dan antisipasi yang telah disiapkan, sehingga bukan dianggap sebagai perubahan.

Lantas, Mengapa Ada Perubahan?


Setiap dari kita diciptakan untuk menjadi baik dan memberikan kebaikan. Perubahan merupakan jalan kita untuk mewujudkannya. Walaupun demikian, belum tentu setiap proses perubahan yang kita alami selalu terasa baik. Hal tersebut sangat bergantung pada baseline yang kita miliki, pilihan yang kita pilih, dan sejauh mana pembelajaran yang kita mengerti.
Sehingga kita siap menjadi pribadi yang baik dan memberikan kebaikan.

Perubahan terkadang terasa bagai lompatan yang mengharuskan setiap bagian diri kita berubah sama sekali dari sebelumnya. Keluar dari hal-hal yang telah biasa, dari hal yang sudah dikuasai, maupun kenyamanan yang telah dicapai.
Menata ulang yang kita miliki, meraih atau melepaskan, maupun melatih dan mengembangkan hal baru.
Namun, tujuan utama tidak akan berubah, yaitu menjadi pribadi yang baik dan memberikan kebaikan.

Berdamai dengan perubahan bukan berarti pasrah....
Namun menerima, menata, berlatih, dan berkembang, adalah cara paling adaptif berdamai dengan perubahan.

by Pixaby.com


Comments

Popular posts from this blog

Id, Ego, Superego

Sigmund Freud (1856-1939), seorang tokoh psikologi yang memperkenalkan pendekatan psikoanalisa dalam memahami dinamika manusia. Selain kesadaran ( consciousness ), Freud juga memperkenalkan teori ketidaksadaran ( unconsciousness ) yang sebenarnya merupakan bagian terbesar dari diri manusia.  Slip of the tongue , memori, dan mimpi dipandang sebagai perwujudan dari  unconsciousness  yang muncul kepermukaan. Oleh karena itu, teori ini melengkapi pemahaman para ahli dikemudian hari dalam memahami dinamika manusia. Secara terperinci, Freud menjabarkan struktur kepribadian manusia kedalam tiga bagian, yaitu  Id ,  Ego , dan  Superego . Id  ( Das Es ) adalah sumber utama energi psikis yang ada sejak manusia dilahirkan. Sebagaimana dalam hukum kekekalan energi (energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan tetapi dapat berubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain), maka energi yang ada dalam  Id juga demikian. Energi Id  dapat meningkat...

Berdiri Diantara Hingar Bingar Informasi

Saat memutuskan terjun di dunia pendidikan, pikiran dan kalbu ini selalu terasa nano-nano (manis, asam, asin, ramai rasanya). Menyenangkan sekaligus penuh tantangan, penuh harap sekaligus ngeri-ngeri sedap, bak rollercoaster yang mengaduk-aduk isi perut dan perasaan saya. Bagaimana tidak??? Bisa turut dalam mendidik generasi penerus bangsa merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya. Akan tetapi, tantangan yang ada di era ini sangat lah luar biasa. Era kemudahan fasilitas, perubahan gaya interaksi sosial di masyarakat, dan juga arus informasi yang seperti tak bersekat dan berjarak, membuat dinamika tersendiri pada para anak didik. Saat saya berada di bangku sekolah, tantangan seorang guru adalah bagaimana setiap siswanya dapat memperoleh informasi sebanyak-banyaknya. Namun saat ini peran itu telah digantikan oleh berbagai media yang ada, mulai dari koran, televisi, media sosial, bahkan mesin pencari (misalkan google dan sejenisnya) yang selalu ada digenggaman setiap siswa. Lantas b...

Kelana Malam (Part 1)

Hiruk pikuk hari ini, membuat emosi seperti kereta luncur tanpa kemudi. Naik turun silih berganti tanpa bisa berhenti. Satu, dua, tiga rencana, tak semua berjalan seperti dugaan. Ingin merajut kehangatan, benang kusut yang sampai ditangan. Senyum persahabatan disambut kesalah fahaman. Kemarahan diujung tanduk, ketulusan menggenggam tangan, menguatkan. Dalam lapang, ada begitu banyak pilihan yang dijajakan. Dalam sempit, tetap ada dua pilihan yang bisa diputuskan. Tidak ada kata terdesak, ketika nafas masih mengiringi raga. Saat diri penuh sesak, berdiam lebih bijaksana. Memberi ruang diri untuk meresapi, menimbang, dan memutuskan. Bukanlah suatu kelambatan. Andai kita berfikir sederhana dengan positif Terlebih dahulu melihat dan mendengar dari pada berucap. Menerima, mengolah, dan mengeluarkan dengan santun Memandang satu hal dari satu kacamata yang mendasarinya Dan meletakkan segala sesuatunya pada posisinya Alangkah indah jalinan kehidupan ini... Selamat mel...